Jumat, 31 Maret 2023

Apa Itu Web

Nama : Rahmadani Fitri 

Kelas : 2IA19

 Menurut saya Web adalah untuk memperoleh sebuah informasi  dari halam satu ke halaman lainnya dan juga web adalah informasi bisa berupa teks, gambar, audio, vidio atau animasi gerak yang dimana web ini harus terkoneksi yang namanya internet

Kamis, 25 November 2021

HUKUM ADAT DAN BUDAYA

Tugas Kelompok 

- Ade Kurnia

- Dani Irsyad

- Hans Naufal

- M. Reza

- Rahmadani Fitri

Hukum Adat

 

A.    Pengertian Hukum Adat

Indonesia memiliki banyak adat yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Dan keragaman budaya ini memiliki common sense masing masing mengenai hal yang benar dan terkadang bisa saling berkontradiksi dengan budaya lainnya.  Hukum adat sendiri pertama kali diperkenalkan secara ilmiah oleh Snouck Hurgronje, dalam bukunya yang berjudul “De Atjehers” menyebutkan istilah hukum adat sebagai “adat recht” yaitu untuk memberi nama pada satu sistem pengendalian sosial yang hidup dalam masyarakat indonesia. Istilah ini kemudian dikembangkan oleh Van Vollenhoven. Hukum Adat adalah aturan yang tidak tertulis dan merupakan pedoman untuk sebagian besar orang-orang Indonesia dan dipertahankan dalam pegaulan hidup seharihari baik di kota maupun di desa.

 

B.    Urgensi Hukum Adat

Negara Indonesia memiliki bermacam-macam adat dan budaya dari sabang sampai merauke sehingga menjadikan hukum adat masih berlaku dibeberapa daerah. hal inilah yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia sehingga setiap masyarakat maupun pemerintah harus memperhatikan hak-hak setiap masyarakat adat dalam segala bentuk aktivitasnya salah satunya dengan cara mengakui keberadaan hukum adat yang berlaku disetiap daerah.

Eksistensi hukum adat ada dan hidup diantara masyarakat Indonesia, tidak dapat diabaikan, karena memiliki nilai kontribusi yang cukup besar untuk mewujudkan cita-cita bangsa, seperti peran masyarakat daerah dalam pembangunan. Pemerintah harus bisa mengakui dan menghormati hukum adat dengan memberikan ruang untuk negosiasi untuk berkompromi dalam perbedaan yang terjadi di suatu daerah, agar pembangunan dapat berlangsung karena masyarakat adat merasa dan yakin bahwa pemerintah melakukan perubahan tanpa mengusik nilai nilai adat yang ada.

Tanpa adanya rasa saling menghargai maka pembangunan pun akan sangat terhambat karena hukum adat yang diabaikan sehingga menjadikan masyarakat adat tidak percaya kepada pemerintah. Dan itu akan menyebabkan terhambatnya proses pembangunan maka suatu daerah akan tertinggal, dan hanya masalah waktu instabilitas akan terjadi di wilayah tersebut. Bila mereka membuat organisasi yang terorganisir, untuk memprotes dan menyampaikan aspirasi itu tidak terlalu buruk, tapi bial yang terjadi adalah aksi vandalisme yang masif kepada struktur pemerintahan daerah, lain cerita. Semua ini bila tidak ditindak dengan tepat akan menjadi masalah besar persis seperti bola salju yang menggelinding dari puncak gunung. Ada banyak aspek yang dianggap penting itu berbeda antar manusia, budaya dan sebagainya. Dengan mempertimbangkan rasa persatuan antar suku dan budaya, dan menjadikannya sebagai “warga negara Indonesia” adalah sesuatu yang lebih baik, dari pada bertikai tanpa ujung yang jelas. Dari pada berdebat daam pertanyaan apakah “ayam dulu atau telur dulu?” lebih baik kita mengungkapkan bahwa “ayam dan telur sama sama ayam bukan?”

C.    Perundang-Undangan Hukum Adat

      Keberadaan hukum adat secara resmi telah diakui oleh negara keberadaannya tetapi penggunaannyapun terbatas. Merujuk pada pasal 18B ayat (2) UUD 1945 dimana menyebutkan ”Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang” yang berarti bahwa negara mengakui keberadaan hukum adat serta konstitusional haknya dalam system hukum Indonesia. Disamping itu juga diatur dalam Pasal 3 UUPA “Pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut kenyataannya masih ada, harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dan peraturan-peraturan lain yang lebih tinggi”.

            Polemik yang sering timbul adalah dalam hal pengakuan hak ulayat atau kepemilikan hak atas tanah. Hak ulayat yaitu hak penguasaan atas tanah masyarakat hukum adat yang dalam ketentuan peraturan perundang-undangan diakui oleh negara, dimana dalam teorinya hak ulayat dapat mengembang (menguat) dan mengempis (melemah) sama juga halnya dengan hak-hak perorangan dan ini pula yang merupakan sifat istimewa hak-hak atas tanah yang tunduk pada hukum adat, “semakin kuat kedudukan hak ulayat maka hak milik atas tanah itu semakin mengempis tetapi apabila semakin kuat hak milik itu maka keberadaan hak ulayat itu akan berakhir”.

            Keberadaan hukum budaya di cantumkan di Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disahkan Pemerintah sebagai acuan legal-formal pertama untuk mengelola kekayaan budaya di Indonesia.

            Istilah “pemajuan kebudayaan” tidak muncul tiba-tiba. Istilah tersebut sudah digunakan para pendiri bangsa pada UUD 1945 dalam Pasal 32, yaitu “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”, untuk menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar kehidupan bangsa. Saat terjadi perubahan UUD 1945 pada awal masa reformasi melalui proses amandemen, pemajuan kebudayaan tetap menjadi prioritas bahkan makin ditegaskan. Pasal 32 UUD 1945 dikembangkan menjadi, “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

            Dengan kehadiran UU Pemajuan Kebudayaan, cita-cita pendiri bangsa agar Indonesia menjadi bangsa dengan masyarakat berkepribadian secara budaya, berdikari secara ekonomi, serta berdaulat secara politik, kini siap diwujudkan.

 

D.    Upaya yang diterapkan pemerintah melestarikan hukum adat dan budaya

            Ada dan budaya yang ada di Indonesia merupakan hal yang tidak mungkin dapat dipisahkan dari awal mulanya terbentuk negara Indonesia. Hal ini disebabkan karena kemerdekaan Indonesia tidak akan bisa dicapai tanpa adanya masyarakat yang saling bahu-membagu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Saat ini di negara kita hukum adat sudah mulai pudar karena dirasa sudah tidak pas diterapkan pada masa sekarang karena adanya hukum negara. Jika hal ini tidak mendapatkan perhatian dari negara maka negara kita akan berangsur-angsur kehilangan aset budaya yang ada. Maka dari itu pengakuan dan perlindungan terhadap hukum adat dan budaya perlu diterapkan dan ditegakkan.

            Perubahan pasal 18B ayat 2 pada amendemen ke dua UUD 1945 yang berisi “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan MHA beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang” merupakan salah satu bentuk cara perlindungan terhadap masyarakat hukum adat. Seiring berjalannya waktu,  pemerintah juga terus menyusun berbagai undang-undang demi perlindungan terhadap masyarakat hukum adat.

            Memberdayakan komunitas masyarakat hukum adat juga menjadi upaya dalam melestarikan hukum adat dan budaya. Hal ini disebabkan karena masyarakat hukum adat merasa bahwa mereka di lindungi dan di akui keberadaan nya sehingga hukum adat dan budaya yang ada tetap terjaga. Contoh nya pada periode 2016-2019 program pembangunan pemerintahan Jokowi-JK dalam Nawacita yang ke-3 yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” menggambarkan bahwa pemerintah tidak mengabaikan masyarakat hukum adat. Lalu hal ini akan terus dikembangkan pada periode 2020-2024, pemerintahan Jokowi-Maaruf dalam Nawacita II misi ke-5 yaitu “Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa”

 

E.     Kesimpulan

            Pembangunan dalam pemerintahan di Indonesia berfokus dalam pembangunan karena negara Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang, yang berarti  pemerataan pembangunan belum tercapai, dan masih di usahakan. Dan pembangunan di daerah ini paling tidak akan mengusik eksistensi dari masyarakat adat dan hal ini tidak bisa dihindari. Dengan  keberadaaan hukum adat dan implementasinya oleh pemerintahan ini merupakan upaya untuk memberikan keinginan masayarakat deberikan ruang dan batas batas yang jelas sehingga mereka bisa membela diri mereka ketika hak nya dicurangi dan sebaliknya. Dan juga pemerintah dapat melakukan kegiatan pembangunan, sehingga dalam teorinya bila semua ini dijalankan dengan benar maka akan tercipta stabilitas sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Maka dari itu konsiderasi untuk utiliasasi penggunaan dan implementasi dari hukum adat dan sosialisasi dari hukum adat merupakan suatu keharusan.

Selasa, 26 Oktober 2021

Cinta Kasih Sahabat

Nama : Rahmadani Fitri Tompul (51421217)

Kelas : 1IA14   




        Cinta sahabat adalah rasa sayang yang diberikan kepada sahabatnya dengan banyak cara seperti nasihat, pujian, sanjungan, dan masih banyak yang lainnya yang bisa membuat hati kita selalu senang.

        Kasih sayang seorang sahabat adalah buah dari cinta seorang sahabat yang mendapatkan imbalan, keheningan hati dan pikiran.

        Sahabat adalah seseorang dimana orang itu dapat mengerti kita dan juga dapat merasakan apa yang kita rasakan baik dalam kegembiraan ataupun dalam kesedihan.

saya menceritakan bagaimana saya bisa bereknalan dengan sahabat saya

Setiap manusia pasti punya cerita yang berbeda mengenai kehidupan nya, disetiap liku-liku nya pasti ada suka dan duka nya, seiring bertambah waktu dan usia manusia melewati banyak masa dan bertemu berbagai macam karakter manusia lainnya ada yang sejalan dengan hati dan pikiran nya ada pula yang tidak.

Begitu pula saya kali ini saya akan menceritakan mengenai sahabat-sahabat saya yang tak akan saya lupakan yaitu Fadia Ramadina dan Mirna Sukmawati.

Mereka adalah sahabat saya. Pertama saya kenal dengan fadia Ramadina, pada saat itu saya masih kelas 1 SMP. Kebetulan  saat itu dia belum mempunyai temen sebangku waktu kelas 1 SMP dan akhirnya saya mencoba untuk duduk sebangku dengan  dia dan akhirnya kami berkenalan bercanda gurau dan menceritakan tentang diri masing-masing dari situ saya dan fadia bersahabat dan tak terasa waktu naik kelas 2 SMP saya dan Fadia berbeda kelas. Ketika naik kelas 3 aku dan fadia satu kelas bareng dengan dia. Fadia itu orangnya jail, pinter, orangnya gampang peka, dan orangnya gak sombong.

Tak terasa saya dan fadia sudah masuk ke sekolah menegah atas atau disingkat SMA. Di SMA saya dan Fadia berbeda sekolah, Fadia lebih memilih SMK sedangkan saya lebih memilih SMA. Walaupun kami berbeda sekolah kami masih tetap berkomunikasi. Di SMA saya memiliki sahabat Bernama Mirna Sukmawati, Mirna orangnya pinter, sholehah, penyabar dan orangnya juga kadang cerewet. Saya  kenal Mirna karna kami satu kelas dan satu ekskul yaitu ekskul rohis, pada saat itu juga saya baru tau bahwa mirna SMP nya  satu sekolah denganku dan kenal dengan Fadia juga. Mirna adalah sahabat yang selalu mengingatkan akan untuk sholat tepat waktu.

Saya bersyukur memiliki dua sahabat yang baik seperti Fadia dan Mirna karna mereka membawa dampak positif buat saya dan bertahun-tahun saya bersahabat dengan mereka tak pernah ada perselisihan atau marah satu sama lain, kita semua saling menghormati dan punya rasa persaudaraan yang kuat.

Rabu, 20 Oktober 2021

Dongeng

 Tugas Ilmu Budaya Dasar Membuat Dongeng

DOSEN  : Siti Ismayanti Rahmi
Anggota Kelompok 8 :
Dani Irsyad (NPM : 50421327)
Hans Naufal Granito (NPM : 50421591)
Rahmadani Fitri Tompul (NPM : 51421217)
Muhammad Reza Rahman (NPM : 51421051)

SI PEMUDA YANG BAIK HATI

              Pada zaman dahulu disebuah desa yang tenang dan sejuk hiduplah seorang pemuda yang sangat baik hati. Ia senang membantu orang-orang sekitar yang terlihat membutuhkan bantuan . Pada suatu hari di sore hari yang cerah ada seseorang yang berjalan didepan rumahnya. Orang itu terlihat berjalan dengan sangat lemas. Tidak lama kemudian orang yang sedang berjalan itu tiba-tiba terjatuh. Memang pada saat berjalan orang itu terlihat sangat lemas dan beberapa kali sempat ingin terjatuh. Begitu orang itu terjatuh si pemuda pun langsung menghampirinya dan saat melihat pemuda itu ternyata dia pingsan. pemuda itu langsung menggendongnya untuk ditidurkan di rumahnya. Setelah orang itu ditidurkan dirumahnya,  si pemuda itu menyiapkan makanan dan minuman untuk orang itu karena si pemuda berpikir kalau orang itu sangat kelaparan sehingga membuat orang itu berjalan dengan lemas.

            Beberapa saat kemudian orang yang jatuh dan pingsan tadi terbangun tapi kondisinya masih sangat lemas dan dengan cepat pemuda itu memberikan makanan dan minuman yang telah disiapkannya. Tanpa berbicara sedikitpun orang yang jatuh pingsan tadi langsung memakan hidangan yang telah disiapkan oleh si pemuda tersebut. Pemuda melihat dengan bingung dan berpikir apakah dia bisu. Saat orang itu sedang menyantap makanan si pemuda bertanya “Kenapa kamu pingsan tadi ?”, Lalu orang itu tidak menjawab dan tetap terus memakan hidangan itu. Si pemuda bingung kenapa orang ini bersikap seperti itu.

            Setelah makanan yang diberikan habis. Orang itu pun berbicara kepada pemuda yang memberinya itu. Dia berkata “Terimakasih, tadi saya sangat kelaparan sebab sudah 2 hari saya belum makan apapun selain meminum air”, Pemuda itu bertanya lagi “Memangnya kamu dari mana ?, kenapa bisa sampai seperti ini ?, kemana tujuan kamu ?”. Orang itu menjawab “Saya berasal dari desa yang sangat jauh sekali, saya hendak mencari paman saya untuk memintanya mengobati ibu saya di desa, ibu saya memiliki penyakit yang sudah parah dan di desa saya tidak ada yang bisa menyembuhkannya, dan orang di desa saya memberi tau bahwa saya memiliki paman yang sudah pasti bisa mengobati penyakit ibu saya namun saya hanya diberi tau bahwa dia tinggal di desa ini namun saya tidak memiliki alamat yang lebih jelas dan saya sudah 5 hari mencari disini. Perbekalan saya sudah habis karena saya hanya menyiapkannya untuk 3 hari saja”. Setelah mendengar ceritanya si pemuda langsung menawarkan diri untuk membantu orang itu. Saat sedang ditanya siapa sebenarnya yang dicari ternyata si pemuda mengetahui paman yang sedang dicari oleh orang itu. Setelah beristirahat cukup pemuda itu langsung mengantarkannya .

            Setelah beberapa lama kemudian si paman itu kembali ke desa dan mendatangi pemuda itu. Paman itu berkata berkat bantuan pemuda itu si ibu dapat lebih cepat diselamatkan. Jika melebihi satu hari lagi ibu itu benar-benar tidak bisa lagi diselamatkan dan paman itu membawa sebuah bungkusan dan diberilah bungkusan itu kepada pemuda tersebut. Paman itu bilang ”Ini adalah pemberian dari ibu itu karena kamu sudah membantunya, terimalah”. Pemuda itu menolak dan berkata “Paman saja yang ambil, paman juga sudah menolong ibu itu, kalau saya hanya membatu mencari paman. Saya hanya membantu dengan senang hati”. Paman itu membalasnya “Ini amanah dari ibu itu, tolong kamu terima saja hadiah ini, saya sendiri sudah diberikan sesuatu juga oleh ibu itu, ini adalah milikmu, terima saja”. Pemuda itu pun menerimanya dan setelah paman itu kembali ke rumahnya pemuda itu membuka bungkusan yang berisi bibit pohon da nada secarik kertas yang bertulisan “Terimakasih nak sudah membantu anak ibu mencari paman itu, kamu tanamlah bibit ini dan rawat sebaik mungkin, maaf hanya ini yang bisa ibu berikan ke kamu, sekali lagi terimakasih”. Pemuda itu pun menanam bibit itu dan merawatnya sebaik mungkin. Setelah beberapa lama kemudian bibit itu tumbuh menjadi pohon namun pohon tersebut memiliki daun-daun yang berupa emas.                     

 

-TAMAT -

Kamis, 14 Oktober 2021

BIOGRAFI KESUSASTRAAN

Nama               : Rahmadani Fitri Tompul

NPM                : 51421217

Kelas               : 1IA14

No. absen        : 32

 

Biografi Suman Hs - Pelopor Penulisan Cerita Pendek dan Fiksi Detektif

Soeman Hasibuan (EYD: Suman Hasibuan),  lebih dikenal dengan nama pena Soeman Hs, adalah seorang penulis Indonesia yang diakui sebagai pelopor dalam penulisan cerita detektif dan novel dalam sastra tanah air.

Suman Hasibuan (Suman Hs) lahir pada tahun 1904 di Bengkalis sebagai anak dari keluarga petani. Dari tahun 1912 sampai 1918 ia bersekolah di sekolah Melayu di Bengkalis. Ia kemudian bersekolah di sekolah biasa di Medan dan Langsa hingga lulus pada tahun 1923.

Soeman belajar  guru dan penulis di bawah bimbingan penulis Mohammad Kasim. Setelah lulus sekolah pada tahun 1923, ia mulai bekerja sebagai guru bahasa Melayu, pertama di Siak Sri Indrapura, Aceh, kemudian di Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau. Sekitar waktu inilah dia mulai menulis dan menerbitkan novel pertamanya, Unconditional Love, pada tahun 1929. Lebih dari dua belas tahun dia menerbitkan lima novel,  kumpulan cerita pendek, dan tiga puluh lima cerita pendek dan puisi.

Sebagai seorang penulis, Soeman menulis cerita dengan tema seru dan menyenangkan yang menggambarkan novel petualangan dan kriminal barat, serta sastra Melayu klasik. Aksara Melayunya, yang pengucapannya sangat dipengaruhi oleh asalnya di Sumatan timur, mudah dibaca dan menghindari kosa kata yang  berlebihan. Karya Soeman yang paling terkenal adalah novel Mentjahari Pentjoeri Anak Per4w4n (1932), sedangkan kumpulan cerpen Kawan Bergeloet (1941) adalah karya sastranya yang paling terkenal. Meskipun dianggap sebagai penulis kecil pada periode Poedjangga Baroe, Soeman telah mendapatkan pengakuan karena memiliki perpustakaan yang dinamai menurut namanya dan buku-buku yang diajarkan di sekolah-sekolah.

Suman Hs Meninggal dunia; dunia di Pekanbaru, Riau, pada 8 Mei 1999.

Profil dan biografi Soeman Hasibuan

Lahir                           : 1904, Bengkalis, Riau

Meninggal                   : 8 Mei 1999, Pekanbaru, Riau

Kebangsaan                : Indonesia

Suku                            : Mandailing

Dikenal untuk             : Promosi pendidikan, menulis

Karya Terkenal           : Mentjahari Pentjoeri Anak Per4w4n, Kawan Bergeloet

Agama                        : Islam

Pendidikan

Sekolah Melayu di Bengkalis  1912-1918

Sekolah Biasa di Medan dan Langsa, Lulus Tahun 1923.

Profesi dan Karir

Guru Bahasa Indonesia bahasa  di HIS Siak Sri Indrapura dari tahun 1923 hingga 1930.

Direktur Sekolah Bumi Melayu di Pasir Pengaraian pada tahun 1930

Pada masa penjajahan Jepang, ia adalah pemilik sekolah, anggota Sagikai Giin (RPD Jepang), anggota Komite Nasional Indonesia di Rokan Kanan/kiri. Ia juga terlibat aktif dalam gerilya, menjabat sebagai komandan pangkalan gerilya Rokan dan  anggota staf gubernur militer Riau.

Sebagai kepala kantor P&K Pekanbaru, ia juga tercatat sebagai pemilik sekolah tersebut.

Anggota Pemerintah Provinsi Riau,  1960 sd 1966.

Anggota DPRD Riau,  1966 sd 1968.

Presiden Yayasan Lembaga Pendidikan Riau.

Karya-karyanya :

“Cinta tidak membebaskan” (Romawi, Balai Pustaka 1929)

“Percobaan Setia” (Romawi, Balai Pustaka, 1931)

“Mencari pencuri anak-anak Per4wa4n” (Roman, Balai Pustaka 1932)

“Kawan Bergelut” (kumpulan cerita, Balai Pustaka 1938)


referesi 

di kutip dari wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Soeman_Hasiboean

CERPEN

 Nama               : Rahmadani Fitri Tompul

NPM                : 51421217

Kelas               : 1IA14

No. absen        : 32

Kejadian di Sekolah

Kenalin aku sabrina laras broto aku anak pertama dari keluarga broto saat ini aku duduk dibangku kelas 1 smp aku telah menjalani mos disekolah. Tepat saat ini aku pertama kali untuk belajar di sekolah. Pagi hari pun tiba dan aku terbangun dari tidurku.

“hua selamat pagi dunia” aku pun bernolog dipikiranku

Aku pun segera bersiap siap untuk berangkat sekolah, setelah selesai bersiap siap aku turun untuk membantu bundaku masak

“selamat pagi bun” aku pun mengucapkan selamat pagi ke bundaku

“selamat pagi sayang, sudah bangun” ucap bundaku

“ayo sarapan terlebih dahulu” ajak bundaku

“baik bun” jawabku

Selesai sarapan aku pun berpamitan kepada bundaku. Setelah berpamitan aku pun berangkat sekolah dengan naik angkot.

Setelah tiba disekolah aku pun memasuki gerbang sekolah dengan rasa senang, aku pun tak lupa menyapa pak satpam yang menjaga gerbang.

Pada saat aku menuju ke kelas ku aku mendengar ada suara orang yang menangis sambil meminta ampun dikamar mandi perempuan.

Aku pun penasaran dan aku buka pintu kamar mandi tersebut

Ceklek…

Betapa terkejutnya aku melihat 3 kakak kelasku membully adik kelasnya dengan cara mengguyurnya dengan seember air pel-an.

Aku pun langsung bergegas menolongnya dan mendorong ksalah satu kakak kelas yang membully tadi.

“heh siapa loh berani dorong gue”kata kakak kelas tersebut

“hei kak loh gak liat gue orang, ya gua beranilah dorong loh” jawabku

“gak sopan ya loh jadi adik kelas, disini tuh kalo anak baru harus dibully terlebih dahulu” sarkas temannya yang satu

“heh cupu gua peringatin sama loh kalo loh coba coba buat nyelamatin nih orang habis loh sekarang sama gua” kata ketua bully tadi sambil meremehinku

Aku pun tidak suka diremehin akhirnya aku pun mempunya ide dengan mengambil pel-an yang kotor tadi dan mengarahkan pel-an tersebut ke muka kakak kelas tadi

“hahahah rasain tuh ble, ayo lari”ejekku sambil membawa orang yang dibully tadi keluar kamar mandi tak lupa aku menyematkan sweter yang aku bawa ketubuh dia

“makasih ya  kamu udah menolongku dari kakak kelas tadi”jawabnya

“iya, sama-sama. Kamu pake baju olahraga aku dulu nih” sambil menyodorkan baju olahragaku.

“makasih sekali lagi, aku ganti dulu ya”ucapnya

“oke, aku duluan dulu ya ke kelas semoga kita bisa ketemu lagi dahh” ucapku

Aku pun memasukin kelas dan memperhatikan guru yang sedang mengajar.

Bel sekolah pun berbunyi aku pun langsung pulang kerumah, sesampainya dirumah aku pun menceritakan kejadian tadi ke ibuku dan ibuku malah tertawa atas ceritaku.

 

Tamat

PUISI

 Nama               : Rahmadani Fitri Tompul

NPM                : 51421217

Kelas                : 1IA14

No. absen         : 32

Dia adalah ibu

 

Di bumi, alam semesta ini ada seorang manusia yang sangat berbaik hati

Ia tulus menyayangi, ia tulus menjaga dan merawat sampai rela mengorbankan nyawa sendiri

Senyumnya mengalahkan sinar sang Mentari

Cinta kasihnya bahkan mengalahkan sebuah sastra roman di bumi

 

Dia adalah ibu

Ibu, aku tak tahu bagaimana susahmu kala itu

Tertatih menahan lara begitu lama

Aku tak tahu lelahmu mengejar waktu

 

Menjaga, terjaga lama lebih lama

Ibu terbuat dari apa hatimu

Tak pernah terdengar kau menghitung titik peluhmu

Tidak sekalipun engkau ungkit materimu untukku

Bahkan waktumu semua hanya habis untukku

 

Ibu…

Hingga kini dan nanti hatiku hanya untukmu

Hingga kini dan nanti raga ini tak ingin jauh darimu

Maaf ibu aku tak bisa membayar waktumu

 

 

Tak bisa kuganti harimu, tak bisa kutebus lelahmu, tak bisa kuhapus keringatmu

Maaf ibu aku tak bisa

Ingin sekali aku berbisik halus ditelingamu ibu

Berkata aku takut kehilanganmu, aku takut jauh darimu

 

Tapi aku takut tak bisa membahagiakanmu

Ibu jika aku ditanya siapa pahlawan yang kukenal maka akan kusebut namamu terlebih dahulu

Karena aku tahu kau lebih dari pahlawan bagiku

Apa Itu Web

Nama : Rahmadani Fitri  Kelas : 2IA19  Menurut saya Web adalah untuk memperoleh sebuah informasi  dari halam satu ke halaman lainnya dan jug...